Urgensi Pendidikan Bagi Kaum Hawa

By Hj. Nurul   Inayah
Pendidikan merupakan proses yang terkait dengan upaya mempersiapkan manusia untuk mampu memikul taklif (tugas hidup) sebagai khalifah Allah di muka bumi ini. Untuk maksud tersebut maka manusia diciptakan lengkap dengan potensinya berupa akal dan kemampuan bekajar. Agar bisa lebih berfikir secara positif dan lebih maju.
Semua manusia memang berhak mendapatkan pendidikan yang layak, tidak hanya bagi kaum laki-laki namun juga bagi kaum hawa. Kaum hawa yang pada saat ini masih dipandang sebelah mata dalam hal memperoleh pendidikan menjadi kaum yang terpinggirkan, karena sebagian dari masyarakat masih berasumsi bahwa tugas wanita hanya masak, manak dan macak (memasak, melahirkan keturunan dan berhias diri). Asumsi semacam ini tentunya tidak lepas dari masyarakat yang masih kuat dalam menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. Sebenarnya peranan wanita bagi pembangunan di Indonesaia sangatlah penting. Yakni sebagai salah satu komponen-komponen bagi negara. Sebab potensi wanita yang sedemikian besarnya apabila dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal sangat mempercepat terwujudnya tujuan nasional, yaitu terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur. Tujuan nasional itu hanya dapat diwujudkan apabila wanita dan pria bersama-sama melaksanakan tugasnya. Oleh sebab itu pemberdayaan wanita merupakan usaha yang sudah lama dimulai. Hal ini tidak mengherankan sebab peranan wanita dalam kehidupan nasional Indonesia mempunyai peranan yang sama dalam kemajuan masyarakat dan bangsanya.
Kita lihat sejarah para pahlawan wanita nasional Indonesia yang telah berhasil mengharumkan nama bangsa serta menjunjung tinggi harkat martabat para kaum hawa dengan melalui jalur pendidikan. Seperti sejarah Kartini yang menceritakan betapa ia sangat ingin bersekolah ke Belanda, tetapi karena sistem dan kultur pada zaman itu membuatnya tidak mendapat dukungan untuk bersekolah. Tetapi keinginanya untuk membuat kemajuan bagi kaum perempuan tidak berhenti di situ. Ia rajin bertukar pikiran dengan temanya yang berada di Belanda melalui surat. Inilah merupakan tonggak awal bagi bangsa Indonesia dalam mensejajarkan hak antara kaum adam dan kaum hawa dalam memperoleh pendidikan yang layak. Dan sampai saat ini pun Kartini masih menjadi inspirasi bagi kaum hawa.Seiring dengan laju modernisaasi dan globalisasi kini kaum hawa mulai bangkit untuk menyuarakan akan pentingnya pendidikan serta kesetaraan gender. Kaum hawa seolah-olah berlomba-lomba untuk mengaktualisasikan diri dalam masyarakat.
Dalam bidang perpolitikan pun kaum hawa sudah banyak diperhitungkan dan sudah tidak dipandang sebelah mata lagi. Walaupun ini merupakan pergeseran nilai-nilai kebudayaan tetapi ini merupakan pergeseran kebudayaan yang bersifat positif. Bahkan menurut Drs. Shalahuddin Hamid dalam bukunya yang berjudul Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Islam, bahwa Islam juga memperbolehkan seorang wanita untuk menduduki jabatan tertentu di luar rumah. Selama jabatannya itu dilakukan dengan sopan dan tenang tanpa menimbulkan fitnah berdasarkan syariat Islam. Di samping itu dengan pekerjaannya, tidak akan meninggalkan kewajibannya mengatur rumah tangga serta tidak membawa dampak negatif bagi keluarga dan masyarakat.
Kemajuan suatu bangsa itu terletak pada wanitanya. Apabila wanitanya itu baik akhlaknya maka baik pulalah negerinya. Dan tentunya dalam upaya memperbaiki akhlak wanita dalam suatu negeri harus dilakukan melalui jalur pendidikan. Pendidikan adalah proses yang awalnya tidak tahu menjadi tahu. Ini sangat berguna mengingat seorang wanita adalah pilar rumah tangga yang harus bisa menstabilkan dan mengontrol anggota keluarganya. Seperti yang dikatakan Napoleon Bonaparte, ” Kemajuan wanita adalah sebagai ukuran kemajuan suatu negeri. Kaum ibu yang dapat menggoyangkan buaian dengan tangan kirinya, dapat pula menggoyangkan dunia dengan tangan kanannya”. Jadi, disamping wanita mengaktualisasikan dirinya di kehidupan masyarakat, wanita juga mampu merawat anak-anaknya sebagai madrasah ulalil banin.
Lalu pendidikan seperti apakah yang pantas diperoleh oleh kaum wanita pada saat ini? Menurut analisis penulis pendidikan yang berhak diperoleh bagi kaum wanita pada saat ini adalah pendidikan yang berorientasi pada kehidupan dunia dan akhirat.
Disamping kita mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan kita harus menyeimbangkannya dengan ilmu-ilmu agama. Apabila dua kebutuhan ini tidak terpenuhi atau berat sebelah akan menjadi polemik baru karena akan melahirkan generasi ibu yang bobrok. Maksudnya, apabila kaum ibu hanya memperoleh pendidikan umum saja tentu akan terjadi degradasi moral dan budaya yang keblablasan, karena ilmu agama yang seyogyanya berfungsi sebagai filter tidak didapatkan, tetapi apabila hanya ilmu agama saja yang diperoleh tentu kaum ibu juga akan semakin terbelakang karena tidak bisa mengikuti laju modernisasi dan perkembagan zaman. Pendidikan semacam inilah yang jelas-jelas ia memiliki fungsi yang penting dan jika dipahami secara benar akan mampu membimbing dan membentuk gernerasi-generasi wanita yang berilmu.
Maka tidak salah lagi begitu pentingya pendidikan bagi kaum hawa, tidak hanya pendidikan sebagai pegangan namun juga sebagai salah satu bentuk perlawanan di era globalisasi peperti saat ini, dan juga dapat mewarisi budaya generasi terdahulu serta mampu melaksanakan peran sesuai dengan kemampuan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: