Menjatuhkan Pilihan Pasangan Hidup

Oleh : Ahmad Sholikin

(Alumni Pesantren Khozinatul ‘Ulum Blora)

Ketika ditanya, pilihan pasangan hidup seperti apa yang anda inginkan?. Hampir semua pria normal akan menjawab, wanita yang cantik, kaya, keturunan bangsawan, atau orang baik-baik dan berbudi luhur. Sama halnya dengan wanita, jawabannya juga sama saja.

Jawaban itu sah-sah saja, karena itu adalah pilihan terbaik (the best choice). Akan tetapi dalam kenyataannya akan sulit menyajikan  alternatif ideal pilihan yang diinginkan semua manusia, termasuk kita, walaupun tentu saja penggabungan keempat hal itu tidak tertutup kemungkinanya.

Sering kita menjumpai gadis keturunan bangsawan, tajir, berparas cantik yang membuat decak jantung bergetar semua bagi pria yang memandangnya. Sayangnya, berperilukau yang tidak luhur. Kadang bertemu anak semata wayang orang baik-baik, begitu indah akhlaknya, sehingga kita akan terasa nyaman saat bersamanya. Sialnya berparas jelek. Tak jarang juga kita terkagum-kagum dengan ketampanannya yang dibalut dengan lembutnya tutur kata, tetapi setelah ditelisik ternyata dia termasuk  keturunan orang miskin.

Dalam ilmu psikologi kekinian, ada empat kesamaan variabel yang membuat wanita dan pria saling tertarik satu sama lainnya. Yakni, faktor fisik, emosional, mental dan spritual. Namun dalam penjenjangannya ada perbedaan antara pria dan wanita. Biasanya pria akan tertarik pertama kali pada wanita karena faktor fisikalnya, baru emosionalnya, kemudian mentalnya dan akhirnya baru memasuki aspek spritualnya. Berbeda dengan wanita, tahap pertama tertarik pada faktor mental, menyusul emosional, baru fisikal, kemudian memperhatikan kualitas spritualnya.

Dengan kata lain, pria akan tertarik pada pandangan pertama kecantikan wanita, baru kepribadiannya. Sementara wanita biasanya pertama-tama tertarik pada dimensi kepribadian pria, sedangkan ketampanan dipertimbangkan belakangan. Saat ditanya, pilih mana antara rupawan berakhlak rendahan dengan tidak rupawan tetapi berakhlak mulia. Pasti akan menjawab dengan berkilah memilih rupawan dan penuh simpati yang berakhlak luhur.

Ketika kita disulitkan dengan pilihan itu, Rasulullah SAW dengan bijak menawarkan kepada pemuda agar menjatuhkan prioritas pilihanya mereka kepada akhlak kaum wanita (baca agama). Seperti Hadits:

قال رسولالله صلى الله عليه وسلم : تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ : لِمَالِهَا ، وَلِحَسَبِهَا ، وَلِجَمَالِهَا ، وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ (متفق عليه)

Sayangnya, terkadang kita salah memahami arti hadits ini. Sering kita mengartikan dengan bebas, nikahilah perempuan karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, akhlaknya dan utamakan karena agamanya.

Maaf, beberapa mubaligh juga kadang menganggap hadist itu merupakan kalimat perintah. Padahal, lafadz Tunkahu itu jelas-jelas fi’il mudhori’ mabni majhul bukan fi’il ‘amar.  Artinya, hadits tersebut merupakan kalimat berita. Nabi Muhammad bercerita bahwa ada yang menikahi wanita karena kecantikannya, karena hartanya, karena nasabnya dan ada juga yang karena akhlaqnya atau agamanya. Barulah Rasulullah memakai fi’il ‘amar ketika jatuh pada pilihan karena agamanya. Apa tujuan Beliau menyarankan pilihan tersebut kepada kita? “taribat yadak”, supaya kita tidak mengalami kesengsaraan dalam membina mahligai kehidupan rumah tangga.

Tentu saja, kita berharap akan menemukan pasangan hidup yang rupawan, tajir, keturunan bangsawan dan sholih atau sholihah. Namun ketika tidak bisa terpenuhi semua, jangan paksakan pilihan anda jatuh pada idealistik yang ingin menggabungkan keempat unsur itu. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan menjadi faktor penunda dalam menentukan pilihan. Lebih baik pertaruhkan pilihan anda sesuai dengan saran Rasulullah, yakni karena akhlaq atau agamanya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: