Cinlok Maulidiyyah

By: Mudrika Zaim

Maulid Nabi sebentar lagi, pondokku sudah menyusun siapa saja yang menjadi panitia haflah. Karna itu, semua butuh kerja sama agar acara berjalan dengan baik.

Aku termasuk santri yang mereka anggap sudah dewasa, sehingga mereka menjadikan aku panitia haflah. Mereka mempercayaiku menjadi sekretaris maulidiyyah. Aku sebagai sekretaris II sedangkan sekretaris I santri putra. Jadi kami bekerjasama dengan santri putra, sehingga menyebabkan kami sering bertemu meskipun hanya sekedar ngecek keperluan yang dibutuhkan oleh seksi-seksi lain.

Awalnya kami belum pernah saling mengenal ,boro-boro kenal tahu orangnya saja baru kali ini. Sehingga saat kita bertemu hanya bicara dan saling tatap muka seperlunya saja, tidak butuh lama dan tak perlu mengenal lebih jauh,{he seperti iklan saja}. Santri putra itu bernama Ahmad Fairuz, dia sekarang duduk di kelas 2 Ulya. Sedangkan aku baru baru kelas 2 Wustho. Sehingga membuat aku sungkan jika bersama saat membuat laporan atau yang lainnya. Dan suatu ketika kami lembur  membuat laporan , kami lebih sering komunikasi dan tatap muka. Setelah kami selesai membuat laporan, aku langsung kembali ke pondok. Dan Fairuz memperhatikan kepergianku yang hilang bagai ditelan hujan. Setelah sampai di pondok aku langsung membaringkan tubuhku dan terhanyut dalam peristiwa yang membuat jiwaku melayang. Sungguh aku tak menyangka ternyata Fairuz manis juga yach.. Heee….Tiba-tiba ada sosok yang tak diundang datang menitipkan dirinya didepanku.”Heh lu napa? Tanya makhluk yang tak diundang itu. Eee.. aku  aku mau tidur!!!! Udah ah pergi sono, ganggu bayanganku saja. Semenjak kejadian itu, aku malu dan jaim bertemu dengan Fairuz. Rasanya ingin aku kupas wajahku dan aku ganti dengan Zaskia Adya Mecca, oh my God, tapi apa daya ini semua sudah jadi tanggung jawabku tuk bersama dia. Huhh!! Tapi kenapa setiap aku bertemu dengan Fairuz aku sering salah tingkah dan nervous abis?” Atau udah bawaan dari bayi kali ya!! Jangan sampai aku jatuh direlung hatinya yang teramat dalam itu dan pasti susah untuk keluarnya,,” Oh my God tak bisa aku bayangkan, bisa jadi cinlok maulidiyyah dunk!”. Dan sebisa mungkin setiap Fairuz mengajakku bicara aku tidak menatap mukanya, dan setiap selesai pekerjaanku, aku langsung buru-buru pergi ke pondok putri. Karena merasa aneh dengan tingkah lakuku akhir-akhir ini, Fairuz langsung menanyakannya kepadaku. Lebih shocknya lagi ternyata fairuz juga merasakan hal aneh sejak kejadian itu.

Tanggal 12 Rabi’ul awal /Mulud telah tiba. Pengajian dimulai dari siang hingga sore. Dan kebetulan aku dijadikan sebagai penerima tamu di gerbang sebelah kanan dan Fairuz sebelah kiri. Karena tempat kami berseberangan, aku sempatkan mataku untuk jalan-jalan mencari vitamin c yaitu mendekati wajahnya itu. Ketika Fairuz menengokku, aku langsung melarikan mataku seperti kucing yang mengejar mangsanya. Dan Fairuz malah tersenyum melihat tingkahku yang konyol itu.

Ketika menatap dengan seksama, dalam hatiku mengungkapkan, “Idih kak Fairuz ganteng juga pake seragam panitia, seperti mau ke kondangan saja,…”Gumamku dalam hati. Dan aku tidak tau jika temen-temenku termasuk Fairuz memperhatikanku dengan senyum-senyum yang tidak jelas. Dan lebih parahnya di depanku ada tamu-tamu yang menungguku untuk mengajakku berjabat tangan. “Oh my God bodohnya aku , rasanya aku ingin pergi ke langit dan sembunyi di langit ke7. Dan aku sadar ketika Aisyah menyenggolku, aku sungguh malu banget terutama dengan Fairuz. Dasar Fairuz nyebelin ini gara-gara dia semua”. Jam 4.50 pengajian berakhir. Dan Fairuz cepat-cepat menghampiriku, ”Nay kamu kenapa sich.. Sakit? Atau terpesona melihatku ? Kalau ternyata aku ganteng?”. ” Haaaaaa? Ndak salah tuhh?’ cetus Nayya. Lha terus? Dan aku hanya diam sambil menggelengkan kepalaku. Huhh..

Seperti biasa, setiap hari-hari besar, pondok selalu libur. Dan saat kami pulang berlibur di rumah  ,aku merasa ingin bertemu dengan Fairuz dan aku selalu terbayang-bayang wajah nya,, oh kak Fairuz,,,,,?? Astagfirullah,,,,,,,, sadar Nay sadar!!!!. Tiba-tiba ada nomor tak dikenal menelponku dan ternyata nomor itu milik Fairuz. Dia mengutarakan perasaannya kepadaku, aku sungguh tidak menyangka dan shock abis, darahku rasanya naik ke ubun-ubun lalu  meledak begitu saja dan darahnya berceceran di beberapa pulau di Indonesia. Aku diam 3 bahasa ,yang jelas apa yang di rasakan Fairuz sama dengan apa yang aku rasakan. Akankah aku harus CINLOK? E e e e dan mungkin saja !!!!! Pasti akan heboh satu pondok…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: