Puisi Santri

Hargai Apa Yang Kita Miliki

Sahabat,

Pernahkah Sahabat mendengar kisah Helen Kehler?
Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan
dalam kondisi buta dan tuli.

Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa
membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dlm
kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.

Tidak ada seorangpun yang menginginkan
lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya
Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan
memilih untuk lahir dalam keadaan normal.

Namun siapa sangka, dengan segala
kekurangannya, dia memiliki semangat hidup
yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang
legendaris.

Dengan segala keterbatasannya, ia mampu
memberikan motivasi dan semangat hidup
kepada mereka yang memiliki keterbatasan
pula, seperti cacat, buta dan tuli.

Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti
dirinya mampu menjalani kehidupan seperti
manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit
dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah
diucapkan Helen Kehler:

“It would be a blessing if each person
could be blind and deaf for a few days
during his grown-up live. It would make
them see and appreciate their ability to
experience the joy of sound”.

Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah
bila setiap org yang sudah menginjak dewasa
itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja.

Dengan demikian, setiap orang akan lebih
menghargai hidupnya, paling tidak saat
mendengar suara!

Sekarang, coba Sahabat bayangkan sejenak….

……Sahabat menjadi seorang yang buta
dan tuli selama dua atau tiga hari saja!

Tutup mata dan telinga selama rentang waktu
tersebut. Jangan biarkan diri Sahabat melihat
atau mendengar apapun.

Selama beberapa hari itu Sahabat tidak bisa
melihat indahnya dunia, Sahabat tidak bisa
melihat terangnya matahari, birunya langit, dan
bahkan Sahabat tidak bisa menikmati musik/radio
dan acara tv kesayangan!

Bagaimana Sahabat? Apakah beberapa hari cukup berat?
Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja,
bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur
atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada
dalam diri kita!

Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah
keluhan demi keluhan…. Hingga tidak pernah
menghargai apa yang sudah kita miliki.

Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan
kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati
oleh orang lain.  Ya! Kemewahan utk orang lain!

Coba Sahabat renungkan, bagaimana orang yang
tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah
kemewahan yang luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia
diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin
akan mampu melakukan banyak hal, termasuk
membuat sebuah tulisan yang menarik.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita
mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal
yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan
bisa memandang hidup dengan lebih baik.

Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah!
Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif
dan menjadi seorang manusia yang lebih baik

Tunas

Dalam merajut

Tepi ribuan tersulam

Hai bolong-bolong tertatih-tatih

Haruskah ku alirkan dana darah ini

Untuk tumbuhkan tunas

Aku mencoba tangiskan pikiran

Namun sejuk hangat salju terbang

Bisakah aku fakir

Dalam sejenak

Oh…..

Begitu hebat kau duduk tenang

Sedang diluar sana hatimu menangis

Hanya untuk wujudkan impian

 

Cahaya

Cahaya

Bawalah sinarmu terus

Untuk munuju padang

Aku tak kenal kau

Tapi ku sadar akan berjumpa

Walau akal ini terbaring tak berdaya

Cahaya

Tak ubahnya akan menyapa

Walau kau jauh, kau temui juga

Cahaya

Bawalah aku terbang kesana

Hingga fajar malu menampakan cahaya

By: Parto Parjo (Papa)*

*Mahasiswa STAI Khozin yang juga aktif di  Tim Advokasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Blora.

Suka di atas Duka

Dengan langkah gontai

Ku telusuri jalan berliku

Mengiringi waktu

Inikah nasibku

Sukaku dalam angan

Dukaku dalam genggaman

Di tengah jalan

Aku tersenyum pada setiap orang

Aku tinggalkan kesengsaraan

Ku perlihatkan pada semua orang

Bahwa aku sedang senang

Namun…

Apakah orang mendengar

Aku merintih kesakitan

Menahan perih dalam sukma

Mencari kebahagiaan sesungguhnya

Inikah gambaran hidupku

Suka di atas duka

Oleh : Nurul Munawarah

Mahasiswi semester III

Dibawah bayang Monas

Dibawah bayang monas Jakarta

Kamu melambai mengharap

Menatap hamparan kekosongan

Memandang jauh sebuah harapan

Rasa merindu pada halaman

Sebuah pelataran hati

Bukan tempat bersarang

Muara kedamaian sang pencinta

Kamu mendengar

Kamu merasa

Dia… gadis kecil itu

Memanggil namamu

By : Felixs A’iza

San3 Pu3 An—Ni’mah Khozinatul ‘Ulum

Tahun Baru Hijriyah Sebagai Wahana Muhasabah

Sabda langit membumi dengan misi suci

Surya pagi mengepakkan dengan setulus hati

Matahari-pun tampakkan sinarnya dengan kuasa Ilahi

                       

Wahai  kawan …

            Selama ini kita telah terpuruk oleh dosa

            Kita telah terjungkal dalam angkara murka

            Kita terjerembab dalam nafsu batara durga

 

Sungguh tiada kuasa pada diri manusia

Tidak ada kekuatan yang merasuk dalam jiwa

Semua hanya karunia dari sang maha perkasa

 

Wahai sahabat …

            Tahun baru islam telah tiba

            Kini  saatnya kita bercengkrama

            Memadu kasih dengan sabda-sabda suci-Nya yang tercipta

 

Sehingga kita menjadi  insan  yang bahagia

Terhindar dari gangguan syetan yang meraja

Dan mampu menggapai Surga tanpa jeda

 

By: Ikfi Arina Manasikana

Santriwati  Pon. Pes. Khozinatul ‘Ulum

 

SENYUM BULAN YANG MEREKAH

Bulan
Kau Begitu Indah Begitu Cerah
Begitu Takjub Ku Melihatmu

Bulan
Kau Terlihat Sirna
Tertutup Satir Mendung Tak Begitu Gelap, Hanya Samar
Tapi Masih Terlihat Sirna
Samar Tetaplah Samar

Bulan
Semakin Gelap Saja Kau
Semakin Tak Memukau
Tak Bersilau

Bulan
Angin Melaju Kencang
Mendung Semakin Hilang, Hilang Dan Hilang
Kau Juga Semakin Hilang Dan Hilang
Mengikuti Awan Yang Hilang

Bulan
Seseorang Tak Akan Diam
Tak Akan Tenang
Dalam Kesepian

Bulan
Tetaplah Kau Bulan
Meskipun Hilang
Tetap Ku Kenang

Bulan Yang Hilang
Semoga Pulang

Seseorang Menunggumu

By : IPUNKS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: